INFO PENDIDIKAN

Kelulusan

Kelulusan adalah berkat rahmat allah semata, hasil kerja keras adik-adik , bimbingan orangtua di rumah serta guru di sekolah,... membahagiakan orangtua adalah perbuatan mulia hadiahi mereka  dengan kelulusan, ikuti jejak mereka disini,
Sony Sugema College

| Kelulusan 1990 s.d. 2012 Arsip   | Kelulusan SSC 2013 - 2014    |  Kelulusan SSC 2014 - 2015    | Kelulusan SSC 2015-2016 | Kelulusan SSC 2016 -2017|

 

Penjelajahan Kutub Selatan

Kutub Selatan, merupakan daerah yang sangat dingin. Suhu udara bisa mencapai -70oc. Pada tahun 1911 ada dua orang yang berkompertisi untuk menjelajahi kutub selatan, mereka adalah Roald Amundsen (dari Norwegia) dan Robert Falcon Scott (dari inggris). Kedua orang ini berkompetisi, siapa yang duluan mencapai kutub selatan.

Pada awalnya mereka merencanakan ke kutub utara, akan tatapi pada tahun 1909 sudah ada penjelajah yang mencapai, sehingga mereka menuju ke kutub selatan. Ketika Scott dan teamnya melakukan penjelajahan ke kutub selatan, mereka mengalami banyak rintangan, mulai suhu yang dingin, badai salju dan lain-lain. Beberapa anak buahnya ada yang meninggal, dan sedihnya ketika sampai di kutub selatan, mereka sudah melihat bendera Amundsen sudah ada di sana 5 minggu yang lalu. Mereka kecewa dan sedih. Akhirnya mereka pulang. Di perjalanan meraka menemui banyak kesulitan, karena adanya badai salju dan udara yang sangat dingin. Lebih malangnya lagi satu persatu dari mereka mati sampai akhirnya semua mati termasuk scott.

Apa yang membedakan antara Scott dengan Amundsen? Scott menjelajahi kutub selatan bersama 15 orang . Mereka membawa bekal 1 ton. Sementara Amundsen berlima, mereka membawa bekal 3 ton. Selama dalam perjalanan, mereka meninggalkan sebagian perbekalannya di perjalanan. Ditutup dengan menggunakan pengaman agar tidak rusak, kemudian diberi tiang pancang, dan di beberapa sudut dalam jarak 100 m masih diberi tanda. Setelah beberapa mil, mereka melakukan hal yang sama. Tujuan dari meninggalkan bahan makanan ini, di samping meringankan beban mereka, nantinya juga dipakai untuk perbekalan pulang.

Sebelum penjelajahan ini, Amundsen telah melakukan bnanyak persiapan. Mereka berkeliling Eropa, dengan mekakai sepeda untuk latuhan kekuatan. Kemudian belajar dari orang Eskimo, kenapa orang Eskimo begitu kuat menempuh perjalanan jauh di saat musim dingin, yaitu dengan belajar menghitung kekuatan nafas. Kemudian juga Amundsen belajar membunuh lumba-lumba (kalau sekarang pasti dilarang, tapi jaman dulu belum ada larangan). Seringkali, ketika orang terdampar di laut, lumba-lumba membantu menyelamatkan. Akan tetapi sesampainya di darat, mereka mati juga karena tidak mendapatkan makanan. Daripada mati, kenapa tidak memakan lumba-lumba sekalian. Selain itu team amundsen juga mempelajari berbagai hal tentang ski dan kereta luncur anjing.

Dengan adanya persiapan ini, tentunya team Scott kalah jauh dengan team Amundsen. Bahkan ketika team Scott mengalami kerusakan kompas, mereka tidak memiliki cadangan, sedang kan team Amundsen memiliki beberapa cadangan kompas sebagai persiapan. Akibat dari semua ini, perjalanan dari team scott melenceng beberapa puluh mil.

Ini merupakan pelajaran bagi kita. Dlam kehidupan sehari-hari kita juga sangat memerlukan yang namanya persiapan. Entah itu UN, SNMPTN, kerja, bisnis dan lain-lain. Dengan adanya persiapan ini maka kita akan mudah menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang tidak bisa terduga. Seringkali orang tidak mau membuat persiapan yang matang. Seringkali orang malas bermandikan keringat di waktu latihan, akibatnya dia bermandikan darah di waktu perang.

7 Tips Persiapan UN & SNMPTN

Sadar atau tidak sekarang saya sudah menginjak kelas XII. Saya sudah harus mulai berpikir dan belajar dengan penuh konsentrasi. Bagi semua siswa se-angkatan dengan saya mungkin merasakan apa yang “umum” dirasakan para pelajar kelas 12, gelisah, cemas, perasaan bersalah, dan pertanyaan umum “apakah saya bisa?”.

SNMPTN SEGERA TIBA Untuk adik kelas saya, pesan saya belajar dan konsentrasi lah pada pelajaran di kelas. Saya termasuk orang yang menyesal karena tidak serius berpikir dan konsentrasi saat guru mengajar. Akibatnya saat kelas XII ini saya harus meninggalkan kegiatan blogging dan aktivitas lainnya untuk mengejar apa yang tidak saya mengerti itu dulu. Untuk para senior, tungulah kita. Kita pasti akan lebih baik dari para senior dan menciptakan rekor membanggakan.

1. Persiapkan Mental. Maksudnya kita harus yakin dan optimis 100% bahwa kita bisa, kita mampu. Karena setelah saya mencari kesana kemari, jika kita sudah mengatakan “tidak bisa”, “susah” atau sejenisnya maka secara tidak sadar kita telah berkomunikasi dengan otak kita. Kita telah memerintahkan otak untuk tidak mengerti atau menuruti kehendak negatif kita.

2. Ikhtiar dan Maju. Maksudnya kita harus berusaha dan terus berusaha, tidak terhenti di titik keritis seperti hadirnya sang “malas”. Kita tidak boleh menunda untuk belajar atau menunda untuk mengerti karena menunda sama artinya dengan “gagal”, dan ikhtiar di sini maksudnya adalah kita mencari sebisa mungkin berita-berita seputar tes tersebut. Lalu setelah mendapatkan informasi kita tidak boleh menunda untuk memulai belajar (start actions).

3. Olahraga dan Makan. “huh, apa maksudnya?” mungkin yang satu sering saya jumpai bagi diri saya maupun teman-teman saya. Tanpa adanya kesehatan atau tubuh yang fit bagaimanapun juga kita pasti tidak akan bisa belajar dengan penuh konsentrasi dan efesiensi tinggi. Karena dengan olahraga dan makan yang teratur kita bisa hidup sehat dan belajar dengan maksimum.

4. Tinggalkan Hal-hal yang Tidak Perlu. Maksudnya kita harus mulai menambah porsi belajar kita dengan mengurangi hal-hal yang tdak perlu seperti menontin TV, Game, bahkan Pacaran.

5. Orang Tua dan Kerabat. Jika kita ingin benar-benar lulus, dekatilah orang tua kita mintalah kepada mereka restu dan doa dalam menghadapi tes-tes yang akan kita hadapi, karena doa orang tua terhadap anak itu benar2 ajaib, canggih, dan super. Untuk kerabat, sudah saatnya kita mendekati “mereka” yang sudah rajin, karena jelek-jeleknya kita akan tertular kebiasaan positif mereka.

6. Sikap. Ya! yang dimaksud sikap di sini adalah sikap kita, apakah kita serius atau tidak? yang terpenting dari semua tips ini kita melakukan semuanya secara berkala dan konsisten. Dengan cara seperti ini, kita sudah melangkah membangun mental juara kita.

7. Doa dan Tuhan. Sekeras apapun usaha kita jika tuhan tidak menghendaki, kita tidak akan pernah bisa. Jadi mulai saat ini marilah kita pebanyak doa dan ibadah kepada Tuhan kita, memohon agar kita diberi kemudahan dan kelancaran. Memohon agar kita senantiasa diberi kesehatan. Itu adalah 7 tips jitu dalam menghadapi Tes UN, SNMPTN, jika kita yakin kita pasti bisa,

Karakteristik Manusia Pembelajar

Kita sudah tidak asing dengan nama BJ Habibie, mantan salah satu Presiden Indonesia yang terkenal sebagai pembuat pesawat terbang dari Indonesia dan terkenal dimanca negara. Kita pun tidak lupa dengan hebohnya pemberitaan salah satu Presiden Amerika yang pernah tinggal di Indonesia yaitu Barack Obama. Dan siapa yang tidak kenal dengan pembawa acara kakak beradik yang kemudian menjadi icon iklan ayo membaca, yaitu Tantowi Yahya dan Helmi Yahya. Dan masih banyak lagi tokoh yang kita kenal baik dari dalam negeri maupun dari luar negri.

Mereka semua menjadi terkenal tidak dengan mudah. Mereka melalui proses yang panjang, mereka adalah orang-orang yang tidak kenal lelah untuk belajar, mereka belajar dari berbagai kesempatan, mereka belajar dari keberhasilan orang-orang dan keberhasilan dirinya sendiri, mereka belajar dari kegagalan orang lain dan kegagalan dirinya sendiri. Mereka belajar dari berbagai hal, dari pengalaman, dari hasil penglihatannya, dari koran, majalah, televisi bahkan sekarang belajar dari internet. Bagi mereka buku bukan satu-satunya sumber belajar.

Mereka itulah manusia pembelajar. Sudarwan Danim dalam bukunya “Menjadi Manusia Pembelajar”, mendefinisikan manusia pembelajar adalah orang-orang yang menjadikan kegiatan belajar sebagai bagian dari kehidupan dan kebutuhan hidupnya. Ketika belajar telah menjadi kebutuhan, maka ilmu akan menjadi baju terindah bagi dirinya, pengetahuan akan menjadi lautan samudera bagi dirinya karena setiap saat mereka akan rindu dengan ilmu dan akan haus pengetahuan.

Manusia pembelajar memiliki karakteristik sebagai berikut;

  1. Rasa ingin tahu yang tinggi. Dengan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, berarti manusia pembelajar memiliki motivasi untuk mengetahui banyak hal dari kehidupan diri dan lingkungannya. Dengan motivasi yang tinggi dalam dirinya, maka akan tercipta kinerja yang tinggi dalam berbagai aktivitas. Termasuk kinerja dalam belajar baik melalui membaca, maupun melalui penglihatan dan pendengarannya.
  2. Optimisme yang tinggi. Dengan banyak membaca, maka manusia pembelajar akan memiliki confidence yang tinggi. Rasa percaya diri yang tinggi merupakan landasan yang kuat untuk memiliki optimisme yang tinggi.
  3. Ikhlas. Orang yang ikhlas adalah orang yang tidak pernah berharap sesuatu dari apa yang telah dilakukannya. Orang yang dengan ikhlas menambah ilmu dengan belajar, tidak akan berharap mendapat pekerjaan yang baik, dengan banyak belajar tidak berharap dapat jabatan yang tinggi, tapi orang ikhlas yakin bahwa apa yang dikerjakannya akan mendapat balasan. Dengan sikap ikhlasnya ini mereka terus belajar dan menambah ilmu tanpa mengenal lelah. Baik ilmu yang didapat secara langsung dengan membaca atau mereka mendapat dari melihat dan mendengar.
  4. Konsisten. Manusia pembelajar akan terbiasa untuk belajar. Kebiasaannya inilah yang menjadikan dia konsisten dalam belajar. Selain kebiasaan, motivasi yang tinggi untuk belajar pun menjadikan kekonsistenan melekat dalam jiwanya.
  5. Pandangan visioner, Manusia pembelajar memiliki pandangan jauh ke depan melebihi pemikiran kebanyakan orang. Mereka tidak tergoda untuk melakukan apa saja demi mendapatkan hasil yang instan. Mereka tidak Mengejar target jangka pendek dengan mengorbankan kepentingan jangka panjang. Manusia pembelajar dengan modal segudang pengetahuannya akan memunculkan ide-ide kreatif yang tidak pernah terpikir oleh orang lain. Mereka merangkaikan berbagai ilmu dan pengetahuannya untuk menghasilkan sesuatu yang baru yang bermanfaat bagi orang lain sebagai cara pandang mereka kedepan.

Kelima karakteristik tersebut biasanya banyak ditemukan pada orang-orang yang telah sukses. Menurut pandangan banyak orang, mereka adalah para pemimpin, mereka adalah para akademisi, dan mereka adalah orang-orang yang banyak bermanfaat bagi umat. Untuk itu marilah kita gali dalam diri kita agar berusaha menjadi manusia pembelajar. Semoga dengan munculnya lebih banyak manusia pembelajar maka akan menjadi solusi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Tepukan Yang Memberi Semangat

Ketika membuka pintu, mendadak Pavlov terkejut, karena dijumpainya seekor anjing mengeluarkan air liur. Ia memikirkan apa hubungannya pintu dibuka dengan air liur? Akhirnya Pavlov mengadakan percobaan sendiri. Seekor anjing diberi makan, kemudian lonceng dipukul. Pada saat jam makan berikutnya anjing tersebut diberi makan dan lonceng dipukul. Berikutnya diberi makan lagi dan lonceng dipukul. Begitu seterusnya, anjing diberi makan dan lonceng dipukul. Setelah dilakukan percobaan berpuluh-puluh kali, lonceng dipukul di dekat anjing tersebut, tanpa diberi makan. Anehnya anjing mengeluarkan air liur. Dari sini bisa diambil kesimpulan bahwa seekor anjing bisa diprogram. Karena seringkali lonceng dibunyikan bersamaan dengan datangnya makanan maka bagi anjing ini lonceng terkait dengan makanan.

Singkat cerita, Pavlov bisa menyimpulkan bahwa manusia juga bisa diprogram seperti itu. Bahkan banyak sekali program yang tidak disengaja yang mengenai manusia, sehingga manusia bisa memiliki sifat yang berbeda-beda terhadap suatu kejadian. Dari penemuan ini, akhirnya Pavlov mendapatkan hadiah nobel.

Program yang tidak disengaja ini bisa menimpa manusia karena kejadian tersebut terjadi berulang-ulang. Misalnya, ada seseorang yang lagi gembira. Orang yang gembira ini mendadak sedih ketika bahunya ditepuk oleh temannya. Mungkin bagi anda ini terasa aneh, hanya ditepuk bahunya saja langsung sedih, bahkan menitikkan air mata. Akan tetapi jika kita mengetahui latar belakangnya, maka kita akana mengetahui bahwa hal ini wajar. Latar belakangnya adalah, dulu ketika orang tuanya meninggal, banyak sekali orang yang melayat. Orang pertama yang mengucapkan turut berduka cita, ternyata menjabat tangannya sambil menepuk bahunya. Ternyata gara-gara orang pertama ini, orang-orang berikutnya melakukan hal yang sama. Akibat dari ini jika ada orang menepuk bahunya, maka dia langsung teringat orang tuanya yang meninggal, sehingga ia menjadi sedih.

Program yang tidak disengaja ini juga bisa terjadi sekali saja, tetapi kejadiannya sangat kuat. Misalnya, ada orang yang sedang menunggu ibunya yang sedang sakit keras. Pada saat itu sedang ramai-ramainya acara piala dunia, sehingga banyak orang menontonnya. Suatu saat ketika banyak orang yang menonton piala dunia ini melihat team favoritnya berhasil memasukkan bola ke gawang lawan, maka mereka berteriak dengan begitu kerasnya, “goooolll”. Pada saat itu sang ibu yang sakit keras, menghembuskan nafas terakhir. Aneh sekali, sejaka peristiwa ini, setiap ada orang nonton bola sambil berteriak-teriak, si anak yang sudah kehilangan ibu ya ini langsung marah.

Pertanyaan berikutnya, bisakah program ini dibuat secara sengaja? Ternyata jawabannya adalah bisa. Tapi saya sarankan jangan dilakukan untuk kegiatan yang negatif, lakukanlah untuk kegiatan yang positif. Misalnya ada seorang anak bernama Budi. Ketika itu Budi sedang dimotivasi oleh seorang motivator, Budi menjadi semangat. Pada saat semangat begini Budi ditepuk punggungnya. Setelah sekian lama Budi menjadi loyo kembali, akhirnya ia dimotivasi lagi. Ketika sedang dalam kondisi semangat lagi, Budi ditepuk punggungnya lagi. Kejadian ini dilakukan secara berulang-ulang. Setelah sekian kali berulang-ulang kejadian tersebut, pikiran bawah sadar Budi langsing mengaitkan antara semangat dengan punggung disentuh. Suatu hari, ketika Budi sedang loyo, dia langsung disentuh pundaknya, anehnya Budi menjadi semangat.

Tidak Ada yang Mustahil

Setelah penantian yang panjang dan mendebarkan, akhirnya kelulusan itu pun diumumkan. Aku diterima di Haas School of Business, University of California Berkeley. Hal ini sebuah pencapaian dan kebanggaan yang luar biasa bagiku dan juga kedua orang tuaku, pencapaian ini adalah hasil kerja keras yang telah aku lakukan selama 2 tahun terakhir ini.

5 tahun yang lalu, tidak seorang pun, bahkan tidak juga orang tuaku, guru-guru dan teman-temanku yang berpikir bahwa aku dapat masuk ke dalam salah satu dari 10 sekolah bisnis terbaik di Amerika, apalagi Berkeley Haas School of Business. Saat ini, sekolah ini menduduki peringkat ke-2 di Amerika berdasarkan Best Colleges Specialty Rankings: Best Undergraduate Business Programs.

5 Tahun lalu, “Nilai A” hanyalah sebuah mimpi bagi *anak sekolah* biasa seperti aku. Sebagian besar nilai-nilaiku di sekolah adalah C, diikuti dengan B kecil, dan D. Cara belajar ku sangat kacau. Di sekolah menengah, aku hanya menempati peringkat 186 dari 198 siswa. Yang berarti aku masuk 10% peringkat terbawah dari seluruh sekolah.

Beruntungnya, aku punya orang tua yang mampu menginspirasi dan mengubahku. Aku masih dapat mengingat dengan jelas kejadian di malam itu. Waktu itu, aku pulang ke Indonesia dan berada di kamar orang tuaku. Kedua orang tuaku duduk di tepi tempat tidur dan aku duduk di lantai. Mereka benar-benar terlihat kecewa. Malam itu, mereka mulai membuatku berpikir mengenai apa yang aku inginkan bagi masa depanku. Mereka tidak memarahiku, tidak berteriak kepadaku, dan juga tidak memukulku. Mereka hanya memperlihatkan kekecewaan atas buruknya prestasiku di sekolah.

Bagi orang tuaku, pendidikan sangatlah penting demi masa depan. Sebagai orang tua, mereka telah terus-menerus memperingatkan aku untuk belajar. Tetapi, jarak telah memisahkan kami - aku tinggal di Singapura bersama kakak-kakakku, sedangkan orang tuaku tinggal di Indonesia untuk menjalankan bisnisnya. Hal ini tentu saja membuat kedua orang tuaku kesulitan untuk mengawasi kami.

Dengan komunikasi yang hanya melalui telepon dan sms, tentu sulit bagi kedua orang tuaku untuk mengetahui apakah aku “benar-benar belajar” jika aku berkata sedang “belajar”. Sulit bagi mereka untuk mengetahui bahwa “benar-benar tidak ada ujian” jika aku bilang “tidak ada ujian”, dan apakah aku benar-benar “tidak sedang main game” jika aku bersikeras berkata tidak sedang bermain game komputer. Mereka benar-benar tidak tahu cara belajar yang aku terapkan.

Aku kembali ke kamarku dan mulai membayangkan hidup seperti apa yang telah aku jalani. Lalu aku teringat Jerry, kakak tertuaku yang sekitar 20 tahun lalu menderita kanker. Ia masih sangat kecil waktu itu, usianya baru 2 tahun. Sayangnya, saat itu kedua orang tuaku tidak berkecukupan. Maka demi kelangsungan hidup kakakku, kedua orangtuaku menjual rumah, mobil dan segala yang mereka miliki untuk biaya berobat Jerry. Bahkan, setelah mengusahakan segala upaya dan telah kehilangan banyak harta benda, orang tuaku pun masih harus menghadapi kenyataan hilangnya anak pertama mereka.

Tetapi hal itu tidak pernah membuat kedua orang tuaku menyerah. Mereka memang pernah mengalami masa-masa hancur dan sedih. Dan, yang menakjubkan adalah mereka mampu kembali percaya diri, tekun, dan optimis memulai hidup baru.

Ayahku adalah seorang lulusan MBA dan ibuku bergelar sarjana. Tetapi mereka pernah menjadi pengangguran dan miskin. Mereka harus mau berjalan jauh untuk menjual teh botol dan makanan kecil di pasar demi memenuhi kebutuhan hidup. Tidak lama kemudian, mereka mulai membuka warung makan yakin bahwa mereka akan mendapatkan masa depan yang lebih cerah.

Kini, setelah bertahun-tahun, akhirnya mereka memiliki bisnis yang sukses dan mampu mengirim ketiga anak mereka ke Amerika untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Jika saja saat itu orang tuaku mengakui kekalahan mereka dan menyerah, tentunya saat ini aku tidak akan mempunyai kesempatan untuk kuliah, atau tinggal dibawah atap rumah yang terbuat dari batu bata, atau memiliki sebuah mobil untuk dikendarai.

Jika saja orang tuaku menyerah, aku pasti akan tinggal di jalan dan mencari-cari cara untuk tetap bertahan hidup seperti pemandangan khas yang sering ditemui di jalanan kota-kota besar di Indonesia. Pada saat kakakku Jerry meninggal, mereka hampir tidak memiliki apapun, tidak ada uang, mobil, ataupun rumah. Tidak satu pun! Kecuali semangat dan dorongan untuk berubah.

Ayah… ibu… jika bukan karena kalian berdua yang mengubah hidup anakmu, mungkin aku tidak akan pernah mempunyai kesempatan hidup berkecukupan. Sekarang, aku tidak perlu lagi berpikir tentang makanan, bahkan orang tuaku memberikan sebuah mobil dan menyediakan pendidikan terbaik untukku.

Inilah yang menjadi alasan mengapa sekitar 3 tahun setelah aku berada di peringkat 10% terbawah di sekolah menengah, aku datang ke perguruan tinggi di Amerika dengan prinsip bahwa tidak ada hal yang mustahil. Memang,“tidak ada hal yang mustahil” adalah kata-lata yang usang, namun jika mengingat cerita orang tuaku yang berhasil bangkit setelah keterpurukan, maka kata-kata itu bisa dipercaya. Aku mulai mengubah diri dan mempunyai satu tujuan agar dapat diterima di salah satu perguruan tinggi terbaik di dunia untuk menunjukkan rasa terima kasihku kepada orang tua.

Aku sama sekali tidak gentar walau hanya 6,8% dari pendaftar yang akan diterima menjadi anak sekolah di Haas School of Business, dan keinginan yang luar biasa untuk sukses menjadi salah satu faktor yang membuatku menjadi satu dari tujuh orang yang diterima untuk setiap 100 orang pendaftar.

Dan sekarang aku ingin mendedikasikan pengakuanku ini kepada orang tuaku. Orang tua yang paling hebat yang telah mengubah hidupku. Aku tidak tahu akan menjadi apa jika tanpa mereka berdua. Terima kasih Ayah. Terima kasih Ibu. Aku berhutang sangat banyak kepada kalian dan aku tidak dapat membayangkan apakah aku mampu untuk membalasnya.

Kepada para sahabat yang sedang membaca, ingatlah bahwa keadaan yang kita miliki sekarang tidaklah mencerminkan apa yang akan terjadi di masa depan. Seperti yang terjadi pada diriku. Aku mampu menjadi salah satu yang terbaik walaupun aku pernah berada di peringkat terbawah. Aku yakin, semua itu membutuhkan dorongan dan ketekunan, sama seperti seorang yatim piatu yang kukenal – yang berhasil menduduki peringkat 5% teratas dari kelasnya, padahal ia tidak memiliki meja atau kursi, atau bahkan kebutuhan sekolah yang memadai. Ia hanya memiliki semangat yang membara untuk mengubah masa depannya.

Berjanjilah kepada diri sendiri untuk mendapatkan masa depan yang lebih cerah!
(Cerita Inspirasi.net)

Belajar Matematika...

Matematika, itulah kata yang hampir semua orang mengenalnya. apalagi orang-orang yang pernah mengenyang pendidikan baik di SD, SMP maupun di SMA. matematika merupakan salah satu pelajaran yang seakan akan wajib untuk dipelajari oleh setiap siswa pada setiap tingkatannya.

Belajar matematika itu sebenarnya harus bagaimana ya?. Belajar matematika jika diilustrasikan seperti ini. Seorang sedang berada disebuah ruangan yang gelap gulita, kemudian orang tersebut ingin keluar dan mencari pintu keluar. Jika orang tersebut hanya diam dan tidak mau menggerakkan kakinya tentu orang tersebut tidak akan menemukan pintu jalan keluar. Namun jika orang tersebut mau bergerak untuk mencari pintu itu, lambat laun orang tersebut akan menemukan pintunya. Dalam menemukan pintu itu, orang tadi mungkin dapat langsung dengan cepat menemukannya, atau mungkin juga harus menabrak dulu dinding. Mungkin hanya satu kali menabrak dinding atau mungkin beberapa kali menabrak dinding. Hal itu merupakan proses yang dijalani oleh orang tersebut untuk menemukan pintu jalan keluar.

Ilustrasi tersebut menggambarkan bahwa, ketika kita belajar matematika kita belum mengetahui apa-apa, masih gelap gulita. ketika kita menghadapi sebuah soal untuk dikerjakan mungkin kita tidak tahu apa yang harus dikerjakan. Namun jika kita hanya diam dan hanya memandang soal tersebut, tentu soal tersebut tidak akan pernah selesai. untuk itu mulailah melakukan sesuatu. mulailah mempelajari konsep-konsepnya, mulailah memegang pena untuk berani mencoba-coba menyelesaikan soal tersebut. mulailah untuk terus berlatih menyelesaikan soal. mulailah kerjakan soal yang dianggap bisa diselesaikan. dengan demikian kita sudah melangkah satu langkah. ketika kita menemukan sebuah soal yang dianggap sulit, kita harus tetap aktif memikirkannya dan optimis bahwa soal itu dapat diselesaikan. Dalam ilustrasi tersebut, ketika kita meyelesaikan soal, mungkin kita dapat menyelesaikannya dalam waktu yang singkat atau mungkin harus berkeliling-keliling dulu. itu merupakan sebuah proses dan kita tidak pernah rugi, karena dengan berkeliling-keliling dulu memori kita akan terasah dan ingatan kita akan menjadi fress.

Untuk itu, dalam belajar matematika paling tidak kita harus memperhatikan hal-hal berikut

  1. Pelajari konsep matematikanya dengan benar, tanyakan kepada orang yang berkompeten, apakah konsep kita sudah benar
  2. Perhatikan semua aturan dalam setiap operasi
  3. Mulailah untuk bergerak dan mencoba dalam menyelesaikan soal
  4. Selalu optimis ketika menghadapi masalah dalam menyelesaikan soal
  5. Diskusikan jika menemukan masalah dalam menyelesaikan soal

Mudah-mudahan dengan memperhatikan hal-hal tersebut di atas, belajar matematika kita akan sukses. selamat mencoba mempraktekkannya.

Page 3 of 5

LBB- SONY SUGEMA COLLEGE BANDUNG

   * Kantor Pusat Bandung (Informasi dan Pendaftaran)
    BIMBEL SSC (SD-SMP-SMA & Alumni IPA/IPS) :
  1. Jl. Flores No.9 Bdg Telp 022-87804926
  2. Jl. Badak Singa No. 6 Bdg Tlp. (022) 2513013
  3. Jl. Diponegoro No. 48 Bdg Tlp. (022) 7273924
  4. Jl. Adipati Kertabumi No. 3 Bdg Tlp. 08112248848
  5. Jl. Maskumambang No. 25 Bdg Tlp. (022) 7303635
  6. Jl.Buah Batu No.126 Bdg Tlp. (022) 7306837
  7. Jl.Cijagra I No.21 Bdg Tlp (022) 7306151
  8. Jl.Ruko H Kurdi Bdg Tlp 081.2221.642.98
  9. Jl.Kalimantan No.13 Bdg Tlp (022) 20531257
  10. Metro Indah Mall Tlp 0831.0068.6000 New !
  11. Jl.Purwakarta No.189 Bdg Tlp 0831.0047.5777 New !

  


 LIHAT PETA

No Rekening SSC

Pembayaran bisa melalui rekening:

Mandiri (a.n. YAYASAN SONY SUGEMA EDUKA)
Norek: 1.300.016.600.663

BRI (a.n. YAYASAN SONY SUGEMA EDUKA)
Norek: 0593.0100.0271.305

Bukti transfer kirim :

sms ke 0813.1241.1545/Whatsapp : 0813.4451.4948

Informasi Lengkap Hubungi SSC-Bandung

 

Bringitproject